Kegiatan OBSESI (Obrolan Seputar Siyam) tahun ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme dari para siswa siswi. Sejak hari pertama, suasana sudah terasa hangat dan hidup. Pada sesi pembuka, siswa siswi mendapatkan materi bertema “Sains vs Syariat: Mengapa Puasa Kita Berbeda Hari?” yang disampaikan oleh Bapak Ust. Ruddy Hendriawan, S.T., Kepala SMA PU Al Bayan Cendekia. Materi ini mengajak siswa melihat perbedaan penentuan awal Ramadan dari dua sudut pandang—ilmu pengetahuan dan syariat Islam—sehingga mereka belajar untuk bersikap bijak, terbuka, dan saling menghargai di tengah perbedaan. Sesi berikutnya menghadirkan Bapak Ust. Dr. Dera Nugraha dengan tema “Ramadan Core: Menemukan Jati Diri di Balik Lapar.” Dalam pemaparannya, siswa siswi diajak memahami bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga proses pembentukan karakter berupa melatih kesabaran, pengendalian diri, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Memasuki hari kedua dan ketiga, materi yang disampaikan semakin memperdalam pemaknaan spiritual Ramadan. Pada salah satu sesi, siswa siswi mendalami tema “Hakikat dan Rahasia Puasa: Makna Spiritual yang Lebih Mendalam,” yang menekankan bahwa puasa adalah sarana membersihkan hati dan meningkatkan keimanan. Dilanjutkan dengan pembahasan “Keutamaan dan Tingkatan Puasa,” mereka diingatkan bahwa kualitas puasa setiap orang bisa berbeda, tergantung pada kesungguhan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjaga ibadah serta akhlak. Hari berikutnya menghadirkan materi kreatif bertajuk “Midnight Connection: Rahasia Chatting dengan Allah,” yang mengajak siswa memaknai ibadah di sepertiga malam sebagai momen intim untuk bermunajat. Sementara itu, sesi “Ramadhan Life Hacks: Maksimalkan Sunnah, Banjir Berkah” memberi panduan praktis tentang amalan-amalan sunnah yang bisa memperkaya ibadah harian selama Ramadan.
Pada hari keempat, OBSESI kembali menghadirkan materi yang menyentuh aspek refleksi diri. Ust. Fadhil Nashih A., S.Pd. menyampaikan tema “Stop Being Toxic: Hindari Pahala Bocor saat Puasa,” yang mengingatkan pentingnya menjaga lisan, sikap, dan perilaku agar puasa tidak kehilangan nilai pahalanya. Sesi kemudian ditutup dengan materi “The Last Mission: Memburu Malam 1000 Bulan” oleh Ust. Taufik Hidayat, S.Si., yang mengajak siswa siswi memahami keutamaan Lailatul Qadar serta memaksimalkan ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan. Melalui rangkaian kegiatan OBSESI ini, diharapkan siswa siswi tidak hanya memahami Ramadan secara teori, tetapi juga menjalankannya dengan kesadaran, keikhlasan, dan semangat untuk meraih keberkahan yang lebih dalam.







